Tim Independen Polri cari 3 kuasa hukum Fredi Budiman

Tim Independen Polri cari 3 kuasa hukum Fredi Budiman

357
0
SHARE

Tim Independen yang dibentuk Polri tengah mencari tiga kuasa hukum terpidana mati Fredi Budiman. Ketiga pengacara yakni, Aloysius Sulistyo, Baron Hanni dan Adhi H Wibowo dicari untuk dimintai keterangan perihal isi nota pembelaan atau pleidoi milik Fredi.

Anggota Tim Independen Polri, Hendardi mengatakan langkah pencarian terhadap ketiga orang itu dilakukan karena timnya tidak menemukan nama-nama pejabat Polri, TNI dan BNN dalam pleidoi Fredi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.

“Pleidoi dibuat pengacara Fredi, bukan Fredi. Tapi kita tidak ada nama dalam pleidoi itu. Jadi ini iktikad baik, kami cari pengacaranya,” kata Hendardi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (23/8).

Hendardi berharap, ketiga orang itu mau mendatangi Tim Independen untuk memberikan informasi terkait pengakuan Fredi dalam testimoni berjudul ‘Cerita busuk dari seorang Bandit’ yang disebar Koordinator KontraS, Haris Azhar.

“Mungkin Fredi ada bicara sama pengacaranya, memberikan indikasi atau apa. Itu informasi yang kami butuhkan,” ucap Hendardi.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar meminta tiga pengacara Fredi bersikap kooperatif dan bersedia memberi keterangan guna menemukan titik terang dari testimoni Fredi itu.

“Alamatnya ada di Tangerang tapi sudah tidak ada. Kami berharap lawyer Fredi datang ke kami, kami perlu keterangan tambahan berkaitan keabsahan isi pleidoi,” ujar Boy.

Diketahui, Tim Independen terus berupaya membongkar kebenaran dari testimoni Fredi berjudul ‘Cerita busuk dari seorang Bandit’. Hari ini, Tim Independen mendatangi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Tujuannya, tim ingin berkoordinasi dengan pihak Ditjenpas atau pun Kemenkumham agar diizinkan melihat video Fredi sebelum di eksekusi mati. Kabarnya, dalam video itu Fredi membeberkan sejumlah nama pejabat Polri, TNI dan BNN yang ikut terlibat peredaran narkoba skala besar.

Video itu sendiri diambil sehari sebelum regu tembak mengeksekusi Fredi. Di mana pihak yang merekam semua pernyataan perihal nama-nama pejabat yang ikut terlibat adalah Ditjenpas Kemenkumham. Sampai saat ini, video itu masih disimpan rapat-rapat.

Kepala Bagian Humas Ditjenpas Kemenkumham, Akbar Hadi membenarkan adanya rekaman video pengakuan Fredi. Hanya saja, dia berkelit jika video itu berisi tentang dokumentasi perubahan sikap Fredi sebelum dieksekusi mati.

“Itu hanya video pembinaan terkait dengan perubahan sikap Fredi,” kata Akbar kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY