Ical Bicara Soal Demo 4 November: Jangan Saling Tuduh dan Curiga

Ical Bicara Soal Demo 4 November: Jangan Saling Tuduh dan Curiga

266
0
SHARE

Demo 4 November lalu berujung kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok massa. Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie meminta semua pihak untuk tidak terpancing pada isu-isu yang memecah belah bangsa.

“Tanggal 4 yang lalu terjadi sebuah demonstrasi atau unjuk rasa yang sangat besar, yang dalam jumlah barang kali lebih besar daripada satu penyampaian pendapat yang dilakukan pada tahun 1998,” ungkap Aburizal dalam keterangan pers Wanbin Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/11/2016).

Sebelum memberikan pernyataan pers, pria yang akrab disapa Ical itu mengadakan rapat internal dengan. anggota Wanbin PG lainnya. Tampak hadir Wakil Ketua Wanbin. Golkar Ade Komarudin, Theo L Sambuaga, Sharif Cicip Soetardjo, dan Sekretaris Wanbin Fadel Muhammad.

Kemudian anggota Wanbin Golkar yang hadir di antaranya Fahmi Idris dan Rully Hasrul Azwar. Ical menyatakan biasanya Wanbin hanya menyampaikan sikap dan pernyataan di dalam struktur internal partai, namun kondisi terkini membuat pihaknya memberi pernyataan terbuka.

“Kita mengimbau, khususnya DPP Golkar untuk memberikan imbauan agar menjunjung tinggi pancasila sebagai falsafah negara, UUD RI 1945 dan NKRI, serta prinsip mulia Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.

“Prinsip terpenting yang harus dipegang teguh dengan situasi seperti ini adalah prinsip persaudaraan dan persahabatan, kita semua bersaudara,” imbuh Ical.

Berbagai tudingan kepada sejumlah pihak muncul setelah kerusuhan Demo 4 November lalu. Ical pun berharap agar semua pihak dapat menahan diri dengan tidak melebarkan masalah melalui pernyataan-pernyataannya.

“Tidak melebarkan masalah dengan menyampaikan tuduhan atau kecurigaan kepada pihak lain. Kita diharapkan tidak menyampaikan sikap curiga kepada orang atau kelompok lainnya tanpa satu dasar yang memadai,” urai mantan Ketum Partai Golkar itu.

Ical menyadari bahwa ada banyak dinamika yang muncul jelang Pilkada. Namun ia berharap agar persaingan tidak ditempuh melalui cara-cara yang kurang terpuji.

“Walaupun demokrasi menghendaki kompetisi yang seru dan terkadang tajam, semua itu tidak boleh mengurangi rasa hormat dan ikatan persaudaraan di antara kita semua,” tutup Ical.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY