Tewaskan 18 Warga Sipil Saat Serangan Udara Pasukan Suriah

Tewaskan 18 Warga Sipil Saat Serangan Udara Pasukan Suriah

11
0
SHARE

BeritaKoran – Serangan udara menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk tujuh anak-anak, di wilayah Idlib yang dikuasai pemberontak di Suriah wilayah barat laut. Demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Barat laut adalah pijakan utama terakhir dari , yang telah berjanji untuk memulihkan seluruh negara.

Dikutip dari Reuters, Senin (22/7), di wilayah barat laut ini, Observatory sebelumnya juga melaporkan serangan udara pemerintah Suriah telah menewaskan 12 orang, termasuk lima anak-anak, di desa Urum al-Jawz di provinsi Idlib barat. Empat orang lagi, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangan di Kfarouma di selatan provinsi.

Sementara serangan udara Rusia telah menewaskan seorang sukarelawan pertahanan sipil di kota Khan Sheikhoun, kata Observatory lagi.

Observatorium mengatakan, kejadian itu menambah jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pasukan pemerintah Suriah maupun pemboman Rusia di barat laut menjadi 682 sejak akhir April. Dikatakan 53 warga sipil juga tewas oleh serangan pemberontak di daerah-daerah yang dikuasai negara pada periode yang sama.

Kantor berita pemerintah Suriah SANA mengatakan tentara Suriah telah memukul mundur kelompok-kelompok militan yang menargetkan posisi tentara yang melindungi desa al-Qasabiya di Idlib selatan.

SANA mengatakan unit tentara menghancurkan kendaraan milik Front Nusra dan afiliasinya telah dihancurkan dalam serangan itu, di mana para militan menggunakan pembom bunuh diri.

Front Nusra saat ini dikenal sebagai Tahrir al-Sham, sebuah organisasi jihadis yang memegang kekuasaan di wilayah Idlib.

Serangan Bom Sasar Kereta Kargo

Sementara itu sebuah bom meledak membuat kereta kargo yang membawa fosfat di Provinsi Homs, Suriah terguling. Sejumlah awak kereta terluka, namun belum ada laporan yang tewas, kata kementerian transportasi negara yang dilanda perang itu.

Observatorium Suriah juga melaporkan insiden itu, dengan mengatakan sebuah bom ditempatkan oleh orang tak dikenal di jalan setapak di sebelah timur Palmyra dekat rel telah meledak ketika kereta lewat.

Ledakan itu membuat kereta “sepenuhnya tidak berfungsi”, tambah monitor perang yang berbasis di Inggris itu, dikutip dari AFP, Senin (22/7).

Tidak ada klaim segera atas serangan itu, tetapi sel-sel kelompok ISIS selalu berada di padang pasir yang luas di Suriah dan terus melakukan serangan meskipun kehilangan sejumlah wilayah kekuasaannya sejak bulan Maret lalu.

Ledakan hari Minggu ini terjadi setelah satu pekan serangan sabotase pada pipa pengangkut gas utama dari ladang gas Shaer yang dikontrol pemerintah, juga di provinsi pusat Homs.

Bulan lalu, jaringan pipa bawah laut yang terhubung ke sebuah kilang di Suriah barat juga turut disabotase.

Seorang pejabat senior pada waktu itu mengatakan serangan itu dilakukan dengan bantuan negara asing.

Pada Maret 2018, Suriah memberikan perusahaan Rusia Stroytransgaz konsesi 50 tahun untuk mengekstrak fosfat di wilayah Palmyra.

Rezim Presiden Bashar Al-Assad menuduh Barat mengobarkan perang ekonomi melawan Suriah.

Tak lama setelah konflik Suriah pecah pada 2011 dengan protes anti-rezim yang ditindas secara brutal, kekuatan Barat memberlakukan sanksi terhadap rezim Assad, termasuk embargo bahan bakar.

Perang kompleks, yang sejak itu menyeret kekuatan regional dan dunia termasuk sekutu rezim Rusia dan Iran, telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY