Trump Angkat Bicara Soal Peluncuran Rudal Korut

Trump Angkat Bicara Soal Peluncuran Rudal Korut

37
0
SHARE
WASHINGTON, DC - JULY 18: U.S. President Donald Trump delivers remarks during a ceremony where a flag from D-Day was given to the Smithsonian in the East Room of the White House July 18, 2019 in Washington, DC. The American flag, which was flown on the stern of the boat that led the first U.S. troops onto Utah Beach on D-Day, was purchased by Dutch businessman and art collector Bert Kreuk bought the flag for $514,000 at an auction in Dallas in 2016. (Photo by Chip Somodevilla/Getty Images)

BeritaKoran – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak terganggu dengan tindakan Korea Utara yang kembali melakukan uji rudal jarak menengah pada Kamis lalu. Menurut dia hal itu tidak terlalu mengkhawatirkan dan menyatakan sebagai dampak pertikaian antara Korea Utara dan Korea Selatan.

“Tidak, tidak sama sekali. Kita lihat apa yang akan terjadi, tetapi itu kan rudal jarak sangat pendek dan banyak pihak yang memilikinya. Itu rudal yang sangat standar,” kata Trump, seperti dilansir Reuters, Minggu (28/7).

Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un, menyatakan peluncuran rudal itu sebagai bentuk peringatan kepada Korsel. Penyebabnya adalah dia menganggap Korsel melakukan provokasi dengan tetap menggelar latihan perang bersama AS, dan tetap membeli persenjataan dari Negeri Paman Sam, terutama jet tempur siluman F-35.

“Dia (Kim Jong-un) tidak menyatakan hal itu sebagai peringatan untuk AS. Mereka (Korut dan Korsel) mempunyai perselisihan tersendiri dan sudah terjadi sejak lama,” ujar Trump.

Kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korsel (KCS) menuturkan uji coba melibatkan dua rudal, salah satunya “tipe jenis baru” dan terbang hingga 690 kilometer sebelum jatuh ke laut.

Ini merupakan uji coba rudal Korut pertama sejak pertemuan terakhir Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ), perbatasan kedua Korea, pada akhir Juni lalu.

Dalam pertemuan dadakan itu, Trump dan Kim Jong-un sepakat melanjutkan pembicaraan denuklirisasi setelah sempat mandek pasca pertemuan keduanya di Hanoi, Vietnam, Februari lalu.

Pada Mei lalu, Korut juga melakukan uji coba rudal jarak pendek. Namun, Trump menganggap uji coba itu sebagai sesuatu yang standar dan tidak akan berdampak pada relasi AS-Korut, terutama dialog denuklirisasi kedua negara.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meyakini bahwa dialog antara kedua belah pihak akan tetap berlanjut dan menganggap uji coba rudal terbaru kemarin merupakan taktik negosiasi Korut saja.

“Semua orang mencoba untuk bersiap-siap menghadapi negosiasi sehingga berusaha meningkatkan nilai tawar mereka dan membuat risiko bagi pihak lain,” ucap Pompeo seperti dikutip AFP.

“Kami tetap yakin bahwa ada jalan diplomatik ke depan, solusi yang dinegosiasikan untuk isu ini,” ujarnya menambahkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY