Emak-emak Desak Polisi Setop Kekerasan pada Pengunjuk Rasa

Emak-emak Desak Polisi Setop Kekerasan pada Pengunjuk Rasa

24
0
SHARE

BeritaKoran – Sekitar dua puluh orang ibu-ibu yang mengatasnamakan kaum emak-emak menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (29/9). Para emak-emak meminta Presiden Joko Widodo menyetop kekerasan terhadap mahasiswa dan peserta yang akan menggelar aksi unjuk rasa.

“Tuntutannya kepada Presiden Jokowi, melalui Polda Metro Jaya, menghentikan kekerasan kepada anak-anak, teman-teman mahasiswa yang saat ini masih ditahan, dan hentikan kekerasan kepada demonstran,” kata Wiwin Warsiating, salah seorang orator, di depan Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (29/9).

Wiwin menyampaikan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap ibu-ibu yang anaknya ditangkap saat demonstrasi. Mereka juga memosisikan diri mendukung aksi-aksi mahasiswa selama ini.

Para emak-emak juga menyoroti kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari saat berdemo. Para emak-emak juga meminta kepolisian untuk membebaskan mahasiswa dan para massa aksi yang masih ditahan.

Jika permintaan tidak dituruti, mereka mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar.

“Hentikan kekerasan, bebaskan anak kami,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 94 orang mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Selasa (24/9). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwoni mengklaim pihaknya telah membebaskan para mahasiswa tersebut.

Namun LBH Jakarta mencatat hingga Jumat (27/9) masih ada 90 orang mahasiswa yang belum kembali ke keluarga setelah aksi unjuk rasa tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY