Sederet PR Dirut dan Komut Baru Garuda, dari Utang hingga Beli Pesawat...

Sederet PR Dirut dan Komut Baru Garuda, dari Utang hingga Beli Pesawat Baru

30
0
SHARE

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) menyetujui Irfan Setiaputra ditetapkan menjadi Dirut Garuda Indonesia menggantikan Ari Ashkara. Sedangkan jabatan Komisaris Utama ditempati mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Sejumlah pekerjaan rumah telah menanti para direksi dan dewan komisaris baru. Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alvin Lie menyebutkan empat PR petinggi baru maskapai negara yang harus segera diselesaikan.

“Ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian,” kata Alvin di Kantor Ombudsman Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).

Pertama, dalam catatan Alvin, Garuda Indonesia memiliki utang yang jatuh tempo pada bulan Mei 2020. Tak tanggung nilai utang tersebut yaitu USD 500 juta atau senilai Rp 6,84 triliun.

Dia mengatakan iya g tersebut tidak mungkin dibayar menggunakan uang modal dari hasil bisnis. Sehingga dia memperkirakan, utang dibayar dari hasil pinjaman lain. Dia menyarankan utang baru untuk menutupi utang sebelumnya harus memiliki bunga yang lebih murah.

“Utang barunya harus lebih murah daripada utang lama. Kalau enggak gitu, ya mau gimana,” ungkap Alvin.

Kedua, lanjut Alvin, direksi dan komisaris baru harus bisa memperkuat rasa kebersamaan di tubuh perusahaan. Sebab saat ini dia melihat internal Garuda masih terkotak-kotak.

Padahal Garuda Indonesia memiliki karyawan yang jumlahnya ribuan.”Ada yang merasa lebih Garuda dari yang lainnya dan ini tidak sehat,” ungkapnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY